Miracle Of Dapur Sunda Family

Big Family Dapur Sunda

Keluarga Besar Dapur Sunda

JAKARTA — Ansoroeddin dan Rumah Makan Dapur Sunda ibarat dua sisi pada satu keping mata uang.

Dengan kejeliannya, Ansoroeddin berhasil membesarkan RM Dapur Sunda hingga berkembang dan kini menjadi 9 outlet.

Kepiawaian istrinya dalam memasak makanan khas Sunda, menimbulkan ide bagi Ansoroeddin untuk membuka usaha warung nasi.

Waktu itu masih tahun 1970-an, belum banyak restoran Sunda di negeri ini.

“Waktu itu saya masih bekerja sebagai konsultan pariwisata. Saya sering berkunjung ke berbagai objek wisata di dalam negeri dan luar negeri. Sebagai pekerja swasta yang tidak ada uang pensiunnya, saya berpikir untuk membuat usaha lain. Salah satunya membuka warung nasi,” ungkap Ansoroeddin, di Jakarta, Sabtu (14/9/2014).

Laki-laki kelahiran Bandung, 13 September 1942, ini pun memulai sesuatu dari bawah.

Dia tetap bekerja sebagai konsultan, dan juga membuka warung tenda dengan masakan khas Sunda di kawasan Cipete Raya, Jakarta Selatan.

Lama-kelamaan konsumennya makin banyak. Ansoroeddin pun hengkang dari kantornya dan serius mengelola warung nasinya. Akhirnya munculah nama Dapur Sunda yang resmi berdiri pada 1986.

“Kenapa saya mengambil nama Dapur Sunda? Sebab, saya ingin menampilkan sesuatu yang benar-benar khas dari dapurnya orang Sunda. Jadi semua menu yang kami tawarkan adalah masakan Sunda,” ungkap ayah dari empat orang anak yang semuanya perempuan ini.

Dia mengaku semua menu awalnya diracik oleh istrinya, Siti Komariah. Kini dibantu oleh anaknya dan tim khusus bagian menu. Keunggulan dari RM Dapur Sunda, katanya, adalah penyajian makanan yang segar, seperti ikan gurame dan ikan mas semuanya fresh.

Warung tenda biru di Jl. Cipete tersebut akhirnya kini menjadi satu unit gedung besar dan mewah, yang bisa menampung lebih dari 100 orang tamu.

“Ini adalah rumah makan pertama yang kami dirikan. Dan kini sudah ada tujuh restoran lainnya yang tersebar di Jakarta, dan satu di Bali,” ungkap kakek 12 orang cucu ini.

Dia menuturkan dengan makin dewasanya keempat anaknya, dan makin banyak cabang rumah makannya, serta makin bertambah usianya, kini Ansoroeddin menyerahkan sepenuhnya pengelolaan RM Dapur Sunda kepada anak-anaknya.

“Mereka semua kompak, dan membagi tugas sesuai dengan kepintaran masing-masing. Ada yang bagian marketing dan pengembangan usaha, ada yang bagian dapur meracik menu baru, ada bagian SDM, dan bagian keuangan,” ungkap Ansoroeddin sambil tersenyum.

Dia sendiri kini lebih banyak mengawasi saja.

Ansoroeddin mengaku tidak takut menyerahkan bisnis rumah makannya kepada anak-anaknya. Sebab, sejak kecil mereka sudah diajak menjalani bisnis ini.

“Setelah pulang sekolah, anak-anak membantu saya dan ibunya berjualan. Ada yang bantu di dapur juga. Jadi sudah terbiasa sejak kecil,” ujarnya.

Endah, anak tertua Ansoroeddin, kini menggawangi bagian marketing dan pengembangan usaha RM Dapur Sunda. Dia mengaku menjalankan bisnis restoran ini bersama adik-adiknya dengan damai dan lancar.

“Kami kompak dan saling terbuka. Selain itu sudah ada pembagian bidang masing-masing,” ungkap Endah.

Untuk menjaga citra, rasa dan mutu makanan, kata Endah, Dapur Sunda memiliki pusat yang meracik semua menu makanan. Kemudian baru dikirim ke tiap restoran. Jadi koki tinggal mengikuti apa yang sudah diatur untuk membuat satu menu masakan.

Dalam sehari, tambah Ansoroeddin, seluruh rumah makannya yang di Jakarta, bisa mengabiskan sektiar 500 kg ikan gurame.

“Menu andalan kami dan banyak dipesan oleh konsumen adalah ikan goreng gurame terbang, yang renyah dan garing, sehingga bisa dimakan seluruhnya hingga ke sirip ikan,” ujarnya.

Kini, katanya, jumlah menu yang tersedia di restoran tersebut lebih dari 100 macam. Dalam tiga bulan selalu ada menu baru yang dibuat oleh tim dapur.

Dalam pengembangan usaha, ujar Endah, pihaknya tidak akan membuka sistem waralaba.

“Sebab, kalau tidak hati-hati, sistem waralaba bisa merusak imej dan nama restoran. Orang yang ingin tanam usaha sama kita, tentunya akan mencari untung. Nanti karena memikirkan untung saja, bisa-bisa menjalankan usahanya tidak sesuai dengan SOP yang kami buat,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, untuk saat ini dia akan fokus pada restoran yang sudah ada, dan tidak akan menambahkan cabang lagi sampai 2015.

Kini jumlah karyawannya mencapai 400 orang untuk delapan RM Dapur Sunda yang ada di Jakarta, belum termasuk Bali

.

   Review By. James William Nahbus

Pecinta Masakan Sunda

2 thoughts on “Miracle Of Dapur Sunda Family

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *